Jurusan ilmu komunikasi merupakan jurusan favorite yang semakin dibutuhkan di masa yang akan datang. Tidak salah jika banyak jargon yang menyebut jurusan ini sebagai ‘jurusan masa depan.’
Apakah karena banyak orang tidak mampu melakukan komunikasi? Bukan, namun
proses komunikasi semakin sulit bin ruwet. Dari waktu ke waktu perangkat
saluran komunikasi semakin bertambah dari manual ke digital, dari satu arah ke
banyak arah. Oleh karena itu, ilmu komunikasi hadir untuk menunjukkan jalan
ruwet proses komunikasi tersebut, baik di dunia nyata maupun di dunia
maya.
Dewasa ini, makna dan pengaruh sebuah brand semakin penting di dunia
politik,hal ini membuat peran lulusan Ilmu komunikasi semakin dibutuhkan.
Jurusan favorite tersebut memiliki masa depan yang cerah dalam politik
praktis.
Seperti kita ketahui politik pada dasarnya adalah melakukan cara baik untuk
mencapai tujuan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah-langkah politik untuk
mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah menumbuhkan kepercayaan
masyarakat, tanpa kepercayaan akan muncul kecurigaan, dan efeknya semua langkah
politik akan tersendat. Peran ilmuwan komunikasi adalah menciptakan iklim
saling percaya. Beberapa profesi yang bisa diisi oleh mahasiswa ilmu komunikasi
di dunia politik antara lain:
1. Manajer Kampanye.
Menjadi manajer kampanye adalah peran ilmuwan komunikasi yang bisa dipilih,
di mana manajer kampanye menjadi dirigen dalam mengatur kampanye politik.
Dalam hal ini kemampuan menjalin komunikasi dengan berbagai stake holder untuk
menciptakan kampanye yang baik dari segi kuantitas dan kualitas
2. Public Relation partai politik.
Public Relation menjadi bagian terpenting untuk memperbaiki proses
komunikasi partai politik dengan masyarakat. Public relation tersebut akan
memiliki peran dalam menjaga good will (nama baik) partai.
3. Goverment Relation.
Saat ini kita mengenal istilah Profesi Tenaga Ahli Presiden bidang
Informasi/ Public relation dan Bidang Komunikasi Politik. Keduanya berperan
sebagai saluran komunikasi pemerintah dengan masyarakat.
4. Tenaga riset tentang
pendapat umum.
Melakukan riset pendapat yaitu melakukan survey pendapat masyarakat tentang
fenomena atau pilihan tertentu. Riset tersebut dibutuhkan untuk mengambil
keputusan berikutnya dan menganalisa kebijakan sebelumnya.
5. Hubungan antar daerah
(internal publik)
Soft skill lulusan ilmu komunikasi berperan dalam melakukan hubungan antar
daerah. Dalam hal praktis adalah menjalin hubungan erat terutama dengan kepala
adat di daerah tertentu agar tidak terjadi gesekan dalam menjalankan satu
kebijakan.
6. Entrepreneur Relation untuk penggalangan
dana.
Ilmuwan Komunikasi bisa menjalin relasi dengan berbagai pihak untuk
melakukan kerja sama dengan berbagai pengusaha dalam pengumpulan dana. Tentu
ada timbal balik nilai yang bisa ditawarkan. Pemberi dana mendapatkan
publisitas, atau kelancaran usaha, dan partai tentunya mendapatkan dana.
7. Media Planning dan desain.
Seorang lulusan Ilmu Komunikasi berperan penting dalam melakukan conference
press tentang semua keputusan pemerintah. Kemampuan dalam mengatur jalannya
conference tergantung desain sang ilmuwan.
8. Periklanan politik
(political advertising).
Cara paling ampuh untuk menciptakan nama baik adalah melalui iklan. Lulusan
ilmu komunikasi berperan dalam menciptakan iklan yang baik dengan media massa di
saluran komunikasi massa lainnya.
9. Copy Writer untuk penulisan orasi politik, pidato,
artikel, dan iklan politik.
Menjadi copy writer adalah salah satu profesi yang paling bergengsi dan
penting. Sarjana komunikasi akan menciptakan brand positif melalui teks pidato,
teks artikel, dan teks iklan ke khalayak. Kemampuan menulis jadi barang mahal
yang sangat dicari di dunia politik.
10. Penghubung biro reklame, iklan dan media (media relations).
Profesi ini menjadi bagian penting bagi partai politik. Anda bertugas
menjalin kerja sama yang baik dengan media. Anda bisa melakukan kampanye secara
luas dengan bantuan dari media. Tanpa media kampanye yang anda lakukan hanya
terbatas di wilayah tertentu tanpa diketahui secara nasional.
11. Public speaking (juru kampanye-jurkam).
Lulusan Ilmuwan komunikasi bisa menjadi juru kampanye partai politik.
Profesi ini membutuhkan skill mengolah kata menjadi orasi yang menarik bagi
masyarakat. Juru kampanye merupakan saluran komunikasi langsung tatap muka. di
mana tugas utama Anda adalah menarik kepercayaan dan antusias masyarakat.
12. Master of ceremony.
Profesi ini sudah akrab di telinga Anda bukan? Yap, menjadi MC (Master Ceremony) atau pembawa acara.
Seorang lulusan ilmu komunikasi memiliki peran dalam membawa dan menghidupkan
suatu acara. Untuk hal ini MC yang bisa menjadi panutan adalah Yahya
bersaudara, Tantowi Yahya dan Helmi Yahya. Keduanya mampu membawa acara menjadi
lebih hidup dan lebih elegan.
13. Penerbitan media internal untuk partai politik seperti jurnal, buletin dan
warta khusus.
Lulusan ilmu komunikasi bisa menjadi redaktur media di internal partai
politik dengan menerbitkan jurnal buletin, dan warta khusus. Media ini
merupakan saluran komunikasi internal di dalam partai, sehingga seluruh stake
holder internal mengetahui semua informasi yang ada di dalam partai tersebut.
Selain itu, media internal bisa menjadi dokumentasi penting bernilai kelak
bernilai sejarah bagi partai.
14. Presenter dialog politik dalam media radio dan televisi.
Anda pasti kenal para presenter di berbagai media yang begitu lihai
mengorek informasi penting dari narasumber terutama dari para politisi.
Nama-nama tersohor di media antara lain; Karni Ilyas, Aiman, Nazwa Shihab,
Deddy Cahyadi (Dedde Corbuzier), dan lain lain. Sarjana komunikasi bisa
mengisi posisi ini dengan berbekal ilmu psikologi komunikasi.
15. Design website untuk internet.
Nah, profesi ini merupakan profesi penting dan sangat dibutuhkan. Profesi
ini menentukan wajah dan citra politisi di dunia maya. Menjadi designer website
adalah menciptakan image bagus melalui laman website. Profesi ini bisa menjadi
penentu brand partai karena content yang diupload di website. Bisa jadi profesi
ini menjadi orang yang paling kaya, karena bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah
melalui penjualan slot iklan di laman website.
16. Kliping berita dari berbagai media cetak.
Profesi ini memerlukan ketelitian dan kesabaran karena harus melakukan
pengamatan terhadap berita tertentu dan membuat clipping. Hal ini bertujuan
untuk mengetahui framing sebuah berita. Kalau anda suka melakukan kliping
artikel dari koran atau majalah, profesi ini sangat cocok untuk Anda.
17. Monitoring siaran radio dan televisi.
Sama halnya dengan clipping berita, monitoring siaran TV dan radio adalah
mencari tahu framing suatu berita dari TV dan Radio. Bedanya anda harus
mengetahui jadwal acara beberapa stasiun televisi maupun radio. Dengan begitu
anda mudah melakukan monitoring berita di saat-saat tertentu. Profesi ini juga
bertugas untuk mengetahui arah kebijakan organisasi media tersebut.
18. Juru kamera dan fotografer untuk kegiatan partai politik.
Profesi juru kamera merupakan peran pening sebagai dokumentasi berbentuk
gambar kegiatan partai politik. Profesi ini membutuhkan keahlian dibidang
fotografi, hal ini tentu untuk menghasilkan foto yang lebih memikat dan memberi
kesan mendalam bagi yang melihat.
19. Pustakawan partai politik.
Profesi pustakawan tentu tidak hanya di dunia pendidikan. Pustakawan juga
ada di partai politik. Profesi pustakawan tentu bukan sebaai penjaga buku saja,
namun anda adalah gerbang informasi di dalam partai politik. Anda menjadi
‘master’ informasi yang sangat dibutuhkan partai. Tanpa pustakawan mungkin partai
akan termakan arus informasi hoax yang mungkin menyesatkan.
20. Koordinasi arts dan da’i.
Pada saat kampanye tentu dibutuhkan sosok /tokoh yang bisa menghadirkan
massa. Nah, salah satunya adalah mengajak artis atau da’i yang disukai
masyarakat. Kemampuan komunikasi personal menjadi sangat dibutuhkan untuk
menggaet para artis dan da’i tersebut dan bekerja sama mengumpulkan massa
kampanye.
21. Event organizer untuk kegiatan-kegiatan
partai.
Tidak bisa dipungkiri, setiap partai sering sekali melakukan event-event
besar untuk mengumpulkan massa. Para sarjana komunikasi bisa mengambil bagian
sebagai kordinator dan mengorganisir jalannya event agar berjalan
sukses.
22. Negosiator dan kelompok persuasi.
Lulusan Ilmu komunikasi juga memiliki keahlian dalam hal melakukan persuasi.
Hal ini sesuai dengan ilmu yang diajarkan di bangku kuliah, yakni ilmu
komunikasi antar kelompok dan komunikasi antar budaya. Sehingga, ketika partai
ingin melakukan persuasi dengan satu golongan, maka sarjana komunikasi berada
di barisan terdepan,
23. Intelijen yang memonitor semua ucapan dan perilaku komunikasi politik
lawan.
Yups, Profesi ini cukup keren yaitu menjadi intelijen. Kemampuan ini juga
dimilki oleh sarjana ilmu komunikasi. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan
ilmu analisis isi pesan dan retorika, sehingga konteks dan gestur lawan politik
dapat dianalisa dengan tepat.
24. Penggalangan massa melalui komunikasi tatap muka, baik untuk tokoh formal
dan informasi maupun untuk massa akar rumput (grossroot).
Profesi ini juga bisa diambil alih sarjana ilmu komunikasi. Dimana partai
ingin menggaet berbagai pihak agar masuk dalam golongan partai. Para lulusan
ilmu komunikasi pada galibnya bisa memerankan posisi ini, yakni berhubungan
tatap muka/berdialog dengan tokoh desa/adat. Sehingga, kerja sama dapat
terjalin dengan hangat.
25. Buzzer/simpatisan Sosial media.
Nah, yang terakhir, menjadi buzzer/simpatisan di sosial media. Politik pada
akhirnya membutuhkan membuka lowongan ini kepada berbagai pihak, namun jurusan
yang paling bagus mengisi jabatan ini adalah ilmu komunikasi. Selain karena
jago mengatur arus komunikasi, mahasiswa komunikasi juga jago dalam beradu
argumen. Dan pada akhirnya keputusan politik mendapat dukungan di dunia maya.
Bagi anda lulusan ilmu komunikasi, suka bermain media sosial, jago
merangkai kata, punya banyak follower,
dan tentunya memiliki akal sehat dan berimbang, maka profesi ini merupakan
kesempatan anda untuk berkarya.


